Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi

Bojonegoro, Oki Setiana Dewi. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dalam tahun pertama periode kepengurusannya 2014-2017 konsentrasi menangani perihal kemandirian NU. Hal itu diungkapkan Ketua PC ISNU Bojonegoro Yogi Prana Izza pada acara Musyawarah Kerja (Musker) ISNU Bojonegoro di aula MAN 1 Bojonegoro, Ahad (6/4).

"ISNU melihat, NU belum mempunyai kemandirian dalam semua aspek. Makanya dalam tahun pertama ini ISNU akan fokus dalam kemandirian NU, target tahun ini kemandirian ekonomi," ujar dosen STAI Sunan Giri Bojonegoro itu kepada Oki Setiana Dewi.

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)


Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi

Kemandirian tersebut ditunjukkan ISNU dalam semua aspek, karena dalam melaksanakan kegiatan ISNU tidak pernah minta sumbangan kemana-mana. Rencananya, dalam waktu dekat ini PC ISNU Bojonegoro akan mendirikan badan usaha.

Oki Setiana Dewi

Menurut Yogi, dalam AD/ART, ISNU berperan membantu dan mendukung penuh NU, termasuk bersinergi dengan NU. ISNU bisa berkiprah dalam hal sumbangsih pemikiran. Pola kritikan ISNU disertai dengan tindakan, tidak hanya berbicara.

Dosen lulusan Mesir itu menuturkan, sebelum pelaksanaan Musker pihaknya menggelar dialog interaktif bertemakan Potensi dan Tantangan Bojonegoro Menuju 2014 dengan narasumber tokoh intelektual NU yang juga anggota ISNU Bojonegoro, yakni Imroatul Azizah dan Mudzar Fahman. Serta dipandu moderator Alfi Mufidah.

Oki Setiana Dewi

"Diharapkan sebelum raker (Musker, red) dilaksanakan, para anggota ISNU dengan diadakan dialog interaktif ini mampu membuka wacana penyusunan program kerja masing-masing komisi," terangnya.

Ditambahkan, di ISNU ada lima komisi, yakni komisi yang menangani kesehatan dan sosial; komisi pendidikan, penelitian, organisasi, dan seni; komisi ekonomi, industri, pertanian, perikanan dan kehutanan; komisi organisasi SDM, hukum dan HAM; komisi dakwah, komunikasi, informasi dan pemberdayaan perempuan. (Muhammad Yazid/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51274/tahun-pertama-isnu-bojonegoro-fokus-kemandirian-ekonomi

Oki Setiana Dewi

Jumat, 14 September 2012

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis

Jakarta, Oki Setiana Dewi. Rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit untuk penentuan awal bulan Ramadhan 1436 H pada Selasa (16/6) petang, bertepatan dengan 29 Syaban dinyatakan tidak berhasil. Hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tanggal 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015.

Data hisab dalam almanak yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU menyebutkan bahwa peristiwa ijtima atau konjungsi baru terjadi pada pukul 21.07 WIB dan tinggi hilal pada saat Matahari terbenam masih -2 derajat di bawah ufuk sehingga dinyatakan hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyat atau tidak bisa dilihat.

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis (Sumber Gambar : Nu Online)


Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Ramadhan Kamis

Meski demikian Lajnah Falakiyah NU tetap melaksanakan rukyatul hilal di beberapa titik di Indonesia. Hasil hisab tetap harus diuji lewat rukyat di seluruh Indonesia, kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU ditemui Oki Setiana Dewi di kantor PBNU Jakarta, Selasa petang.

Dalam pandangan NU rukyatul hilal itu setidaknya mempunyai tiga nilai, yaitu memperkuat imam, ibadah dan untuk tujuan ilmiah atau menguji hasil hisab yang sudah dilakukan, tambahnya.

Oki Setiana Dewi

Berdasarkan hasil rukyatul hilal yang didukung dengan metode hisab yang kontemporer itu maka dilakukan istikmal atau penggenapan bulan Syaban menjadi 30 hari, sehingga tanggal 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Kamis.

Oki Setiana Dewi

Sementara itu, pada saat yang bersamaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang memimpin Itsbat Penetapan awal Ramadhan 1436 H di kantor Kementerian Agama Jakarta melaporkan, dari 36 titik rukyat yang dikoordinir tidak satu pun tim rukyat yang berhasil menyaksikan hilal. (Anam/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60215/hilal-masih-di-bawah-ufuk-awal-ramadhan-kamis

Oki Setiana Dewi

Rabu, 23 Mei 2012

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

Foto broadcast Khilafah Islamiyah bukan Khawarij (?) Oki Setiana Dewi - Di grup-grup yang menyatakan anggotanya adalah pendukung Syariat Islam Indonesia yang notabene alumni 212, beredar broadcast ciamik yang menggugah selera ber-khilafah. Isi broadcat tersebut membantah kalau daulah khilafah islami-(ah masak?), bukan khawarij.

Bahkan, dalam broadcast yang diatasnamakan dari channel At-Tauhid berjudul "Dan Niscaya Para Pendengki Tidak Akan Pernah Mampu Berikan Bukti Atas Kedustaan Mereka" menantang kita semua untuk membuktikan kalau pemimpin mereka tidak pernah memberikan senyuman kepada kafirin pembesar kafir salibis". Ow ow ow, sangat berani sekali mereka ini. Bacalah broadcast menyesatkan di bawah ini.

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - Oki Setiana Dewi
Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - Oki Setiana Dewi


Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

-----------------------

AT TAUHID:

DAN NISCAYA PARA PENDENGKI TIDAK AKAN PERNAH MAMPU BERIKAN BUKTI ATAS KEDUSTAAN MEREKA

Oki Setiana Dewi

Salah satu ciri khawarij adalah akrab dengan orang orang kafir.

Oki Setiana Dewi

Kami ingin bertanya kepada para pendengki yang selalu memfitnah bahwa Daulah khilafah islamiyah adalah khawarij.

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah menunjukan keakraban dengan kafir harbi?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memberikan senyuman kepada orang-orang kafir?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berganding tangan dengan Bush, obama, dan seluruh pembesar - pembesar kafir nashrani?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah mencium pipi kafir zionis olmert atau simon perez atau netanyahu dan bekerjasama dgn mereka?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah bermesra dengan si kafir ahmadinejad, khumaini, khameini, hasan nashrallah dan seluruh pembesar kafir rafidhah syi'ah?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memutuskan mengambil kebijakan bersama dick cheney, john kerry, condoleezza rice atau seluruh pembesar kafir salibis lainya?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berjalan beriringan bersama putin atau di sebuah jamuan bersama anak raja charles, atau tersenyum bangga bersama ratu elizabeth dan seluruh pembesar kafir lainnya?

Ketahuilah kalian tidak akan pernah menemukan walaupun satu bukti bahwa daulah khilafah islamiyah bermudahan dan beristi'anah serta ber-wali dengan orang-orang kafir Dan niscaya kalian wahai para pendengki, tidak akan pernah mampu. tetapi tetap sahaja mereka dikatakan ejen amerika zionis buatan Obama.

Maka....ITTAQILLAAH...

Tahanlah mulut-mulut kalian dari memfitnah dan menyebarkan sesuatu yang sama sekali belum kalian buktikan kebenarannya...karena kelak, semua akan diminta pertanggung jawabannya...

@attauhiid

----------------------------

Karena mereka menantang, kali ini Oki Setiana Dewi akan menjawab semua kamuflase pertanyaan para pendamba khilafah yang sudah menyusup ke negeri kita, Indonesia tercinta. Sebaiknya bisa disebarkan sebagai pencegahan nalar terorisme warga negara Indonesia secara kaffah, -mengikuti istilah mereka.

Berikut ini adalah foto-foto para cukong khilafah, aktor politisi Amerika yang bukan hanya bertukar senyum tapi juga saling tebar kasih dan sayang.

Lihatlah, siapa yang bersama dengan John McCain dalam rapat itu? Kalau Anda cermat, dia adalah yang disebut sang khalifah, Abu Bakar al-Bahgdady, yang sangat sulit ditemui secara personal oleh teroris ISIS. Daulah Islamiyah ISIS ada di bawah naungan Daulah Washington.

Bersama siapakan aktor ISIS itu? Hehe. Akrab banget

Konflik Suriah berawal dari forum-forum lintas negara yah! Hmmm...

Duh, akrabnya cukong kita yang satu ini. Saling berbisik sayang! Jangan dicium donk bro, bukan mahram. Haram kuadrat! Harusnya yang belakang itu yang dinganu!

Nah, kalau ini baru pemimpin negara Islam yang kaaaffah. Anti Yahudiiii banget bro! Haha Sebelum Yaman digarap, selfie dulu donk! Cepret!

Ini kan mau membentuk Lybia coy, kenapa tabarrukan dulu. Harram tau! Keluarga Erdogan memang keren. Padahal dia kan pejuang Islam sejati katanya. Ah emboh! Setelah Gaddafy jatuh, mari kopdar dulu dengan Amirul jihad Jonathan McCain Al Amrikiyya -hafizhahuljehovah- Yusuf Qardhawi (2010) teken kontrak dengan Aljazeera di bawah seorang perempuan Norway, Direktur Ops for Qatar

Keren kan kesepakatan politik ulama kita yang satu ini? Nama: Abu Omar al Shishani (Chechen), sayangnya sudah pulang kampung April 2016 lalu.

Inilah pejuang khilafah kita. Kikuk-kikuk Burqa disalahgunakan untuk jihad khilafah, coy! Ampun dech! Berbaju tentara loreng itu adalah Abdul Halim Belhadj (Al-Qaida Libya, 2011) Ini ngelukis atau nulis pakta perang bro? Mana Yahudi mana Wahabi nih? Ah, bingung! Jangan lupa bro, kalau selesai kerja laporan dan manaqiban. Biar afdhol! Oke mbah, saya terima nikahnya, eh, emasnya dengan seksama! Ingat, kita bersaudara! Prestasi membangggakan. Patut diberi piagam. Begtulah. Jadi, propaganda kalau daulah khilafah tidak pernah tebar senyum dengan pemimpin-pemimpin negara-negara kafir macam Amerika, itu adalah bohong belaka. Bukti sudah banyak bertebaran kalau ISIS dibuat oleh Amerika untuk mengatur Timur Tengah sesuai kehendaknya. Masih percaya daulah islamiyah adalah perintah mulia dalam Islam? [Oki Setiana Dewi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/pernahkah-kalian-melihat-mujahidin-cium-pipi-kafir-zionis.html

Rabu, 20 Juni 2007

IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan

Pemalang, Oki Setiana Dewi. Menghadapi Kongres IPNU XVIII 4-8 Desember 2015 mendatang di Asrama Haji Donohudan Boyolali, PW IPNU Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Pemalang, Sabtu (21/11). Kegiatan yang dihadiri ketua-ketua cabang IPNU se-Jawa Tengah ini banyak mengangkat isu-isu yang akan diperjuangkan di Kongres.

"Periode kepengurusan di IPNU perlu diseragamkan, misalnya dua tahun atau tiga tahun sekalian. Saya sendiri, hampir tiga tahun menjadi ketua, seringkali menghadiri konfercab atau melantik dua kali di cabang yang sama," kata ketua IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi dalam sambutannya.

IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan

Selain itu, problem revitalisasi organisasi juga banyak disuarakan oleh peserta Rapim di antaranya, penggunaan database online, mengaktifkan kembali website, pembuatan materi kaderisasi, digitalisasi materi-materi kaderisasi melalui slide dan film serta memaksimalkan distribusi PD/PRT, dan PO/PA IPNU.

"Kita yang ada di daerah banyak yang belum mendapat hasil-hasil Kongres dan Rakernas. Kita minta, pimpinan pusat merespon ini dengan cepat, mengingat banyak dibutuhkan kader. Minimal publikasikan di internet, agar kita bisa mengunduh," kata Aan, Ketua PC IPNU Klaten.

Oki Setiana Dewi

Oki Setiana Dewi

Adapun kaitannya dengan kaderisasi, peserta Rapim meminta pasca Lakut (Latihan Kader Utama) ada kaderisasi formal, atau minimal non-formal yang wajib diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat.

Dalam rapim tersebut, PW IPNU Jawa Tengah juga berkonsentrasi menyiapkan bagaimana menjadi tuan rumah yang baik.

"Ini hajat kita bersama selaku kader IPNU, khususnya kader Jawa Tengah. Kita harapkan, semuanya turut serta menjadi tuan rumah yang baik, yaitu melayani," ungkap Nahdlatul Ulum, Sekretaris PW IPNU Jawa Tengah. (Dhuha Aniqul Wafa/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63822/ipnu-jateng-periode-kepengurusan-di-ipnu-perlu-diseragamkan

Oki Setiana Dewi

Minggu, 25 Februari 2007

Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU

Bandung, Oki Setiana Dewi. Proses pemilihan Presidium Nasional Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) yang berlangsung dalam acara munas ke-2 diawali dengan pengajuan bakal calon oleh masing-masing KMNU perguruan tinggi. Setiap KMNU PT diwajibkan mengajukan satu nama dari delegasinya untuk dicalonkan. Dari tahap tersebut, muncul 14 nama yang diajukan dan kemudian terkerucut menjadi 7 calon setelah melalui tahap musyawarah.

Ketujuh nama calon tersebut di antaranya M. Dliyauddin (KMNU UGM), Arief Rizqillah (KMNU UPI), Laila N. (IMAN STAN), Miftachul Mujib (KMNU UNY), Imam Syafii (KMNU ITB), Hasan Bisri (KMNU IPB), dan Fakhrul Nur Kholis (KMNU UII).

Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU

Musyawarah pemilihan Presidium Nasional sempat berlangsung cukup alot dalam menentukan siapa calon yang akan dipilih. Setelah diskusi dan adu argumentasi yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah jajaran Presidium Nasional yang akan mengemban tugas dan amanah KMNU masa khidmah 2016/2017. Berikut adalah jajaran Presidium Nasional :

Oki Setiana Dewi

1. Hasan Bisri (IPB) sebagai Presnas 1

2. M. Arif R (UPI) sebagai Presnas 2

3. Laila N (STAN) sebagai Presnas 3

Oki Setiana Dewi

4. Miftachul Mujib (UNY) sebagai Presnas 4

5. M. Dliyaudin (UGM) sebagai Presnas 5

Jajaran presnas yang terpilih diharapkan dapat mengemban amanah dengan baik dan menjadikan KMNU semakin bermanfaat untuk umat.

Dalam kesempatan kali ini pula, dipilih pula jajaran Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO). Sesuai dengan ketentuan yang ada, jajaran MPO KMNU terdiri atas 9 orang meliputi 5 orang presnas periode masa khidmah sebelumnya ditambah 4 orang yang dipilih berdasarkan musyawarah. Adapun kesembilan tersebut yaitu M. Zimamul Adli (KMNU IPB), Azkiya Maisari (KMNU Unila), Abdulloh Riqfi (IMAN STAN), Syamsuddin (KMNU UNY), Abdurrahman S. (KMNU UPI), Ahmad Nur Shobah (KMNU UII), M. Arifin (KMNU IPB), Eko Rusli (KMNU UPI), dan Aswin Arifin (KMNU UGM).(Dmitry/ el Naomiy/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65268/inilah-jajaran-baru-presnas-dan-mpo-kmnu

Oki Setiana Dewi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Oki Setiana Dewi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Oki Setiana Dewi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Oki Setiana Dewi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock