Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juli 2017

Presiden Akan Deklarasikan Hari Santri di Istiqlal

Jakarta, Oki Setiana Dewi. Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal Jakarta pada Kamis (22/10) dijadwalkan akan mendeklarasikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN).

"Presiden akan meresmikan Hari Santri di Istiqlal. Salah satu rangkaian acaranya adalah dzikir bersama masyarakat dalam deklarasi tersebut," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin di kantornya, area Lapangan Banteng, Jakarta, Senin.

Presiden Akan Deklarasikan Hari Santri di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Akan Deklarasikan Hari Santri di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Akan Deklarasikan Hari Santri di Istiqlal

Menurut Kamaruddin, pendeklarasian Hari Santri Nasional akan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

"Ini bisa menjadi deklarasi yang memberi konstribusi untuk meningkatkan hubungan Islam dengan negara. Hal ini juga sekaligus dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia menjadi contoh yang baik soal hubungan agama dengan negara," kata dia.

Oki Setiana Dewi

HSN, kata dia, akan menjadi titik tolak upaya mengarusutamakan santri ke tengah peradaban. Sejauh ini, kalangan santri masih tergolong terpinggirkan dan kerap dipandang sebelah mata.

Oki Setiana Dewi

Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, kata dia, kaum santri tidak dapat diremehkan perannya. Beberapa tokoh nasional sejatinya merupakan kalangan santri, seperti Hasyim Asyari (Nahdlatul Ulama), Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), A Hassan (Persis), Ahmad Soorkati (Al-Irsyad), Mas Abd Rahman (Matlaul Anwar) dan lainnya.

Penetapan 22 Oktober, masih kata Kamaruddin, mempunyai landasan kokoh kepahlawanan dari sisi sejarah dengan adanya resolusi jihad melawan penjajah pada masa awal Indonesia mempertahankan kemerdekaan.

Lebih jauh, Kamaruddin berharap agar semangat santri dimaknai luas oleh masyarakat Indonesia. Semangat santri adalah bersatunya jiwa religius dengan nasionalisme. Dengan begitu, siapa saja dapat tergolong sebagai santri dengan dua unsur utama itu.

"Jiwa religiusitas di Indonesia sangat diperlukan karena kini Indonesia cenderung diserang globalisasi ekstrimisme. Sementara cakupan santri ini luas dan pondok pesantren masuk di dalamnya. Santri yang terpinggirkan harus bersinergi sehingga menjadi salah satu unsur penting penopang bangsa," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62927/presiden-akan-deklarasikan-hari-santri-di-istiqlal

Oki Setiana Dewi

Senin, 26 Juni 2017

Pesantren Annuqayah Juara Umum Festival Dua Bahasa

Sumenep, Oki Setiana Dewi. Para santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, berhasil membawa pulang piala bergengsi sebagai juara umum pada ajang Festival Dua Bahasa (FDB) di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep.

Hal ini menambah kegembiraan pihak pesantren karena belum genap seminggu santri Pesantren Annuqayah juga menjuarai menjuarai lomba pidato dan baca kitab yang digelar di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan.

Pesantren Annuqayah Juara Umum Festival Dua Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Annuqayah Juara Umum Festival Dua Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Annuqayah Juara Umum Festival Dua Bahasa

Festival Dua Bahasa (FDB) 2014 diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institud Dirasat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan. Sebanyak 25 santri Pesantren Annuqayah yang hadir sejak Rabu (5/3 ) mengikuti serangkaian acara tersebut.

Oki Setiana Dewi

Mereka terdiri dari 7 santri putra dan 5 santri putri utusan Markazul Lughah al-Arabiyah dan English Education Program (EEP) Pondok Pesantren Annuqayah; 3 santri putra dan 3 santri putri utusan Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Nirmala; dan 8 santri putri utusan MA 1 Annuqayah Putri. Mereka didampingi oleh 8 orang yang betugas membimbing dan menyiapkan segala kebutuhan mereka selama perlombaan.

Oki Setiana Dewi

Dalam momen ini, para santri ini bersaing dengan peserta lain dari berbagai lembaga pendidikan di Jawa Timur untuk memperebutkan gelar juara dalam lomba pidato, bercerita, menyanyi dan baca puisi dalam dua bahasa, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dari keempat lomba tersebut, santri Pesantren Annuqayah hanya gagal menjadi juara dalam lomba menyanyi.

Pada ajang FDB 2014 ini, mereka membawa pulang 9 piala dari keseluruhan piala yang berjumlah 24. Piala-piala yang peroleh utusan Annuqayah adalah piala juara 1 pidato bahasa Arab, juara 2 pidato bahasa Arab, juara 1 baca puisi bahasa Arab, juara 2 baca puisi bahasa Arab, juara 2 baca puisi bahasa Inggris, juara 3 baca puisi bahasa Inggris, juara 1 bercerita bahasa Arab, juara 3 bercerita bahasa Arab, dan juara 3 bercerita bahasa Inggris.

Pesantren Annuqayah dinobatkan sebagai juara umum FDB 2014 karena lebih dari sepertiga juara berasal darinya, sementara sisanya diraih banyak peserta lain dari instansi yang berbeda-beda. FDB 2014 ditutup pada Jumat (7/3) malam.

"Alhamdulillah, sebenarnya kami tidak menyangka akan mendapat perolehan sebesar ini. Soalnya persiapan yang kami lakukan sebelum berangkat ke Pesantren Al-Amien sangat kepepet, hanya tiga hari sebelum acara pembukaan, ungkap Ahmad Basili, salah satu pendamping kontingen Annuqayah.

"Piala Juara Umum-nya sebesar apa?" tanya saya pada Ibnu Hajar selaku ketua kontingen.

"Lumayan, nggak bakal habis dimakan tiga hari," jawabnya sambil tertawa lepas. (Umarul Faruq/Mahbib)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50677/pesantren-annuqayah-juara-umum-festival-dua-bahasa

Oki Setiana Dewi

Kamis, 08 Juni 2017

Sudans NU holds talks with minister of endowments

Khartoum, Oki Setiana Dewi. Sudans Minister of Endowments and Religious Affairs DR Muhammad Mustafa Al-Yakuti received a visit from Special Branch Board of Nahdlatul Ulama (PCINU) of Sudan at the ministrys headquarters in Khartoum on Wednesday (9/1).

Present also tt the meeting were Supreme Council (mustasyar) of PCINU DR Muhammad Sulaiman who is also Chairman of the Preaching Council of the Ministry of Endowments and Religious Affairs, Chairman of the Advisory Board (syuriyah) of PCINU Mirwan Akhmad Taufiq, Deputy Chairman of the Advisory Board Abdussalam, Deputy Secretary of the Advisory Board Zainul Alim and Lian Fuad.

Sudans NU holds talks with minister of endowments (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudans NU holds talks with minister of endowments (Sumber Gambar : Nu Online)


Sudans NU holds talks with minister of endowments

Mirwan expressed gratitude to the minister for warmly receiving the NU delegates and introduced Nahdhatul Ulama as the Indonesias largest Muslim organization.

Mirwan also conveyed the idea of an international Sufi gathering that will be organized by the Jamiyyah Ahlit Thoriqoh al-Mutabaroh an -Nahdliyah (a sufi order organization recognized by NU) in the Jakartas Borobudur Hotel in the near Future.

Oki Setiana Dewi

NU is a religious social organization with some 90 followers. The organization aims to keep preserving and maintaining the teachings of Ahlussunnah wal Jamaah and has institutions and committees, including, Jamiyyah Ahlit Thoriqoh al-Mutabaroh an-Nahdliyah which is engaged in sufi orders (tariqa) in Indonesia which is currently led by Habib Ali Lutfi bin Yahya.

Following up an international Sufi gathering in Malang, Mirwan added, the NU Islamic scholars (ulema) agreed to make a worldwide tariqa network called "Majma As-Sufi al-Alami", which is aimed at further cultivating relationship, uniting sufi orders in different parts of the world that have not been well-organized in addition to propagating the teachings of Islam and helping create world peace.

Oki Setiana Dewi

Meanwhile, the Sudanese Minister of Endowments and Religious Affairs also conveyed a sense of happiness and pleasure for knowing significant roles played by NU in propagating the teachings of Aswaja in Indonesia.

Editor : Sudarto Murtaufiq

Contributor : Zainul Alim

Dari (International) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41711/sudan039s-nu-holds-talks-with-minister-of-endowments

Oki Setiana Dewi

Selasa, 25 April 2017

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru

Jombang, Oki Setiana Dewi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang terus mengembangkan komisariat di sekolah-sekolah. September ini, sebuah pimpinan komisariat baru berdiri di MA Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kepengurusan perdana di madrasah tersebut dilantik dua hari pasca malam puncak peringatan haul ke-43 KH Wahab Chasbullah, Selasa (9/9) pagi, di halaman sekolah setempat.

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru

Ketua PC IPNU Jombang Abdul Rosyid berharap pengurus baru mampu menjadi salah satu amunisi IPNU-IPPNU Jombang, khususnya dalam membantu mengatasi problem pelajar dan remaja yang semakin kompleks saat ini.

Oki Setiana Dewi

Selain program-program yang berkaitan dengan kegiatan ubuddiyyah NU, untuk memperluas wawasan juga perlu adanya pemahaman secara konseptual tentang dalil-dalil Al-Quran dan Hadits yang mendasarinya. Misalnya, melalui kegiatan diskusi pelajar, debat, seminar, dan lain sebagainya, tambah Aliyah, Ketua PC IPPNU Jombang.

Menurut Sekretaris PC IPPNU Jombang Aulia Rohmah, untuk memperkuat dan menambah kompetensi para pengurus dalam menjalankan program kerjanya, penting pula mempelajari buku pedoman organisasi, baik berupa Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil Kongres, sistem pengkaderan, petunjuk pelaksanaan organisasi dan administrasi baik IPNU maupun IPPNU.

Oki Setiana Dewi

Baruddin selaku pembina sekaligus sebagai penggerak awal masuknya IPNU-IPPNU ke MA Bahrul Ulum mengatakan, pendirian komisariat IPNU-IPPNU ini penting karena lahirnya NU berasal dari Tambakberas. Menurutnya, sudah selayaknya pelajar MA Bahrul Ulum mendapat pembentengan Aswaja, sehingga NU ke depan lebih kuat dan terus berjalan dengan baik.

Semoga ini awal dari perjuangan MA BU untuk mejadi garda penerus perjuangan para Ulama, tuturnya.

AsmuI, Kepala MA BU, mengatakan siap menopang penuh kegiatan IPNU-IPPNU di sekolahnya. MA Bahrul Ulum adalah PK IPNU-IPPNU pertama yang masuk ke Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mudah-mudahan di ikuti sekolahan-sekolahan yang lainnya , katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54410/ipnu-ippnu-jombang-tambah-komisariat-baru

Oki Setiana Dewi

Kamis, 20 April 2017

LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial

Jakarta, Oki Setiana Dewi. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengadakan beragam kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, dan santunan anak Yatim.

Kagiatan dipusatkan di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, (15/12) lalu. Menurut Ketua LAZISNU Tangsel, Ulul Albab, pengobatan gratis diikuti sekitar 500 pasien warga miskin.

LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial

Dalam aksi sosial tersebut 100 warga terindikasi penyakit gula darah dan HB 50 orang. Ada yang stroke. Dan sisanya penyakit ringan, seperti batuk dan panas, ujar Ulil di kantor redaksi Oki Setiana Dewi di Jakarta, Kamis (20/12)

Selain itu, digelar pula penyuluhan bahaya AIDS, narkoba dan pengelolaan sampah dan penanaman 999 pohon di pinggir kali Cisadane, kuburan, dan tanah-tanah kosong di desa itu.

Oki Setiana Dewi

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut LAZISNU Tangsel ingin membantu warga miskin di daerah kecamatan Setu. Untuk menyukseskan program ini, LAZISNU bekerjasama dengan IPPNU, Puskesmas Kranggan, PKK Kademangan, Karang Taruna Tunas Harapan Kademangan, LPM Lentera, dan Praktikum Mahasiswa Kesejahteraan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka Camat Kecamatan Setu, Bani Khosyatullah, berakhir pukul 14.00 ditutup doa Ketua PCNU Tangerang Selatan KH Abbas Hurobi.

Oki Setiana Dewi

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis : Abdullah Alawi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41346/lazisnu-tangsel-gelar-rangkaian-kegiatan-sosial

Oki Setiana Dewi

Senin, 30 Januari 2017

Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah

Jakarta, Oki Setiana Dewi. Kegiatan bedah buku mengiringi acara peluncuran (launching) buku Atlas Wali Songo, Kamis (5/78), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Karya besar sejarawan Agus Sunyoto ini diterbitkan oleh Lajnah Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) bekerja sama dengan pustaka Iiman, dan Trans Pustaka.

Sejumlah pakar yang hadir mengisi acara, antara lain, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Budayawan Sudjiwo Tedjo, dan Arkeolog UI Dr Irmawati Marwoto, serta penulis buku Agus Sunyoto.

Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)


Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan, Wali Songo merupakan penentu penyebaran ajaran Islam di Indonesia. Meskipun Islam datang sejak tahun 674, Islam tidak begitu saja diterima penduduk Nusantara. Secara perlahan Wali Songo sukses mengislamkan setelah pendekatan sufistik dan kultural mereka dirasakan pada abad ke-15.

Sejumlah temuan kontroversial turut mengejutkan audien yang menyimak penjelasan Agus. Wakil Ketua Lesbumi ini, misalnya, tak memaksukan Syeikh Maulana Malik Ibrahim sebagai anggota Wali Songo, lantaran hidupnya yang jauh dari era Wali Songo. Uniknya, Raden Fatah dan Syekh Siti Jenar justru terdaftar sebagai bagian dari jajaran Wali Songo.

Oki Setiana Dewi

Irmawati menyatakan kekagumannya terhadap usaha Agus dalam merekonstruksi sejarah penting dalam khazanah peradaban Nusantara. Kendatipun mengritiknya beberapa poin dari isi buku, ia mengakui pembuktian arkeologis yang diterapkan agus hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Menurut Kiai Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, selama ini memang dirasakan langkanya penulisan sejarah yang kredibel tentang orang-orang suci ini. Sebagian orang bahkan menyingkirkan jasa besar mereka sebagai pembentuk karakter bangsa.

Oki Setiana Dewi

Penulisan buku ini penting, karena kita menyadari Wali Songo mulai tidak diakui sebagai pengembang moral dan karakter bangsa, terangnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38671/usai-diluncurkan-quotatlas-wali-songoquot-dibedah

Minggu, 15 Januari 2017

Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU

Jakarta, Oki Setiana Dewi. Ketua Himpunan Daiyah Muslimat (HIDMAT) NU Hj Mahfudhoh Aly Ubaid mengatakan bahwa buku ini sangat perlu untuk menjadi pegangan dan panduan dakwah bagi dai dan daiyah Muslimat NU.

Mahfudhoh menerangkan bahwa problem menurunnya moralitas di antara anak-anak Indonesia menjadi perhatian penting bagi para dai Muslimat dan dai-dai seluruh Indonesia.

Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU

Di rancangan buku ini juga memuat model dan pengembangan dakwah berdasarkan kontekstualisasi zaman, ujar Mahfudhoh, Kamis (20/10) dalam Workshop Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ di Hotel Bintang Jakarta Pusat yang digelar PP Muslimat NU dan Bimas Islam Kemenag.

Oki Setiana Dewi

Sementara itu, Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Roosmani Soedibyo mengatakan bahwa Msulimat selalu mengikuti perkembangan dan perubahan sosial yang ada. Menurutnya, perlu model dakwah khusus berbasis panduan sehingga adanya buku ini bisa menjadi pegangan para daiyah ke majelis-majelis taklim, TPA, maupun TPQ.

Oki Setiana Dewi

Harapannya, buku ini nantinya tidak hanya menjadi pegangan Muslimat tetapi juga Ormas perempuan lain. Berbagai problem terkini di buku ini dikemukakan secara detail agar dakwah terarah sesuai dengan perubahan zaman, ujar Rosmani.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, H Muhammadiyah Amin menuturkan, buku nanti bisa disinergikan dengan program di Bimas. Dia mengapresiasi Muslimat yang terus konsisten dalam dakwah.

Peran Muslimat NU banyak di bidang pemgembangan manusia dan dakwah. Perlu pengayaan materi sehingga perlu memperbarui model dakwah dalam pembangunan agama dan kemasyarakatan dan harus selalu ditingkatkan, ujarnya.

Kemampuan Muslimat NU dalam hal ini harus terus diperbarui terhadap kondisi-kondisi masyarakat. Sebab menurutnya, dakwah sering disalahartikan. Juru dakwah seakan tak merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Dakwah juga diartikan sempit sehingga dakwah seolah hanya masalah agama saja.

Kegiatan workshop ini ditutup oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah mengajak kepada seluruh kader Muslimat untuk teris istiqomah di jalan dakwah, pendiidkan, dan lain-lain. Kompleksitas problem masyarakat dan anak zaman sekarang juga menuntut model dakwah yang harus terus diperbarui. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72191/problem-menurunnya-moralitas-anak-jadi-perhatian-muslimat-nu-

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Oki Setiana Dewi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Oki Setiana Dewi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Oki Setiana Dewi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock