Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2016

Dua Khittah Pesantren sejak Wali Songo hingga Sekarang

Pati, Oki Setiana DewiPengasuh Pesantren Entrepreneur al-Mawaddah Kudus, Jawa Tengah, KH Sofiyan Hadi mengatakan, khittah pesantren adalah tempat tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama) dan mengurusi umat. Kenapa? Karena pesantren sudah memiliki semua perangkat dan komponen yang dibutuhkan untuk memberdayakan masyarakat.

Dalam hal figur, pesantren memiliki kiai yang sangat dihormati dan dipercaya masyarakat. Selain itu, keikhlasan para kiai sudah diyakini oleh masyarakat dari generasi ke-generasi, dan inilah kekuatan yang harus terus dilestarikan di pesantren, ujar pengusaha yang juga motivator kewirausahaan ini.

Dua Khittah Pesantren sejak Wali Songo hingga Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Khittah Pesantren sejak Wali Songo hingga Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)


Dua Khittah Pesantren sejak Wali Songo hingga Sekarang

Sofiyan juga menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan kerja sesaat. Membangun partisipasi masyarakat harus berkelanjutan. Berbeda dari program pemerintah yang umumnya bersifat temporer yang hanya berjalan jika ada anggaran, pesantren dari dulu sejak zaman Wali Songo sampai sekarang tetap eksis mendidik masyarakat dari semua golongan.

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber seminar bertema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren yang digelar Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Ipmafa (Intitut Pesantren Mathaliul Falah) Kajen, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (4/3)

Oki Setiana Dewi

Energi itulah yang dapat ditransfer untuk diarahkan ke pemberdayaan masyarakat. Dengan membawa spirit, hidup tidak bisa hanya spiritual saja, tetapi juga tidak bisa hanya bisnis saja, kedua-duanya harus berjalan beriringan agar nantinya tercipta masyarakat yang berdaya, ujarnya di depan ratusan mahasiswa PMI dan perwakilan dari santri-santri se-Kecamatan Margoyoso.

Oki Setiana Dewi

Kaprodi PMI IPMAFA Faiz Aminuddin menyampaikan, saat ini jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 27 juta lebih, hal itu bisa dilihat dari data BPS bulan September 2016. Realitas ini harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, dan pesantren sebagai lembaga yang sudah mengakar di masyarakat harus ikut andil memberikan kontribusi untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Pengasuh Pesantren Shofa Azzahro Gembong ini berharap, pertama, sudah saatnya pesantren tidak hanya memfokuskan pada tafaqquh fiddin, tetapi juga mengajari para santri agar melek teknologi, melek bisnis, dan lain sebagainya, supaya saat para santri keluar dari pesantren mereka sudah siap untuk mandiri.

Kedua, sudah saatnya pesantren untuk memberdayakan masyarakat sekitar, karena jihad kekinian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah membuka lapangan pekerjaan, tambahnya.

Sementara menurut narasumber pertama Sri Naharin, Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Ipmafa, memaparkan tentang tujuan dakwah adalah untuk menyadarkan dan menyampaikan risalah, dan yang diubah adalah pola pikir dan perilaku masyarakat. Metodenya bisa dengan dakwah melalui lisan, dengan tulisan, dengan keteladanan, dan lain-lain.

Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, masyarakat adalah basis utama gerakannya, dengan melihat keadaan kehidupan masyarakat atau permasalahan-permasalahan umat, seperti pendidikan, sosial, ekonomi. Artinya pesantren tidak hanya masuk pada ranah spiritual saja tetapi juga masuk pada permasalahan yang kompleks di masyarakat, dan gerakan memberdayakan akan lebih kuat manakala melalui lembaga seperti pesantren. Mengingat masyarakat kita sampai detik ini masih yakin dengan kiai atau pesantren, sehingga itu adalah modal awal yang sangat baik karena dalam perberdayaan masyarakat trust adalah modal dasar yang harus dibangun.

Modal berikutnya yang harus dipersiapkan pesantren adalah memiliki kemampuan untuk mendesain program secara sistematis, terorganisasi, partisipatif, dan terencana agar masyarakat dapat hidup secara mandiri dan sejahtera secara berkesinambungan. Sederhananya, pesantren harus melakukan upaya nyata dan tindakan nyata, dengan alternatif-alternatif program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat.

Pada sesi terakhir, moderator Izzul Fahmi membuka termin tanya jawab, dan banyak sekali para peserta seminar yang mengajukan pertanyaan, tetapi karena keterbatasan waktu hanya dibatasi empat penanya. Acara terakhir ditutup dengan bacaan doa yang dipimpin oleh KH. Sofiyan Hadi. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75919/dua-khittah-pesantren-sejak-wali-songo-hingga-sekarang

Oki Setiana Dewi

Selasa, 05 Juli 2016

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia

Kudus, Oki Setiana Dewi. Pada Jumat, 01 Syaban 1438 H (28/4) PC Muslimat NU Kabupaten Kudus menggelar istighotsah akbar, tahlil umum dan santunan 500 yatama plus 250 lansia dhuafa.

Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai puncak peringatan harlah ke-71 Muslimat NU. Gedung JHK Kabupaten Kudus Jawa Tengah dipenuhi lebih dari 2000 tamu undangan dari ranting hingga anak cabang di Kudus. Bahkan beberapa Pengurus Cabang Muslimat NU di Jawa Tengah di antaranya dari Sragen, Batang, Grobogan, Kebumen dan lainnya turut hadir.

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)


Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia

Rangkaian acara mewarnai peringatan harlah tersebut dimulai dari peringatan Isra Miraj, mauidhoh hasanah, dan penyerahan baksos KB Berprestasi dari PWMNU Jateng.

Oki Setiana Dewi

Sebelumnya (27/4), telah diadakan lomba gebyar PAUD, Baksos KB, khotmil quran bil ghoib dan manaqiban, ziarah leluhur, dan silaturahmi ulama di Kudus. PCMNU bahkan sukses menjadi tuan rumah lomba Gebyar PAUD dan lomba diba sekorwil Pati.

Harlah di Kudus ini dihadiri sejumlah ulama, tokoh, dan pejabat. Di antara yang hadir adalah KH Masum, KH Ulil Albab, Ketua dan jajaran PW Muslimat NU Jawa Tengah, dan H Masfuah, ketua bidang kesehatan yang menangani masalah KB dari bidang kesehatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa tengah.

Gus Bab, panggilan KH Ulil Albab, dalam mauidhoh-nya mengatakan bahwa warga Muslimat adalah kekuatan besar, Muslimat jangan sampai seperti unthuk (buih di lautan) yang bergerak mengikuti arus. Muslimat harus bisa menjadi teladan keluarga dan lingkungannya.

Oki Setiana Dewi

Warga Muslimat NU harus bisa mengajak keluarganya agar terhindar dari paham radikal dengan cara berhidmat, kata Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Hj Ismawati Hafidz. Ia juga memuji PCMNU Kudus yang selalu sukses mengadakan kegiatan.

Prestasi PCMNU Kudus

Dalam sambutannya Ketua PC Muslimat NU Kudus, Hj Chumaidah Chamim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Semoga Muslimat NU semakin maju, besar, dan bisa menanamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Semoga Muslimat NU Kudus bisa selalu menjadi teladan anggotanya dan cabang lain, katanya.

Chumaidah sangat bangga atas eksistensi Muslimat NU di berbagai bidang, baik keagamaan, sosial, dan pendidikan. SD Muslimat NU Kudus yang dikelola Muslimat NU Kudus sudah 7 tahun berdiri dan tahun ini adalah Ujian Nasional perdana yang diikuti siswa sisiwi kelas VI. Red: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77578/harlah-muslimat-nu-kudus-santuni-500-yatama-dan-250-lansia

Oki Setiana Dewi

Selasa, 22 Oktober 2013

PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar

Sumedang, Oki Setiana Dewi. Dalam rangka menyukseskan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat yang akan dilaksanakan 11-12 Oktober 2016, PCNU Kabupaten Sumedang siap mengirimkan kader terbaik untuk mengikuti kegiatan Konferwil tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh disela-sela mengikuti rapat persiapan Konferwil. Salah satu keputusan rapat yang dilaksanakan di kantor PWNU Jawa Barat Senin (19/9) ini yaitu kegiatan Konferwil PWNU Jawa Barat akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fauzan Sukaresmi, Garut 11-12 Oktober 2016. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus PCNU se-Provinsi Jawa Barat.

PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar

H Sadulloh langsung merespon keputusan tersebut dengan siap mengikuti dan menyukseskan kegiatan konferwil tersebut. "PCNU Kabupaten Sumedang siap mengirimkan kader terbaik untuk mengikuti kegiatan Konferwil, malahan jika diperlukan PCNU Sumedang juga siap mengirimkan calon terbaik untuk dijadikan Ketua PWNU Jawa Barat, kata H Sadulloh.

Oki Setiana Dewi

Hal tersebut diamini oleh wakil Ketua PCNU Sumedang Aceng Muhyi yang ikut hadir dalam rapat persiapan Konferwil ini. Dia merasa bahagia karena akhiranya Konferwil PWNU Jawa Barat sudah dipastikan akan digelar pada bulan Oktober.

Konferwil ini merupakan proses organisasi untuk memilih Rais dan Ketua PWNU Jawa Barat lima tahun kedepan. Kami mengharapkan dalam pelaksanaan Konferwil nanti bisa berjalan lancar dan aman. Semoga Rais dan Ketua yang terpilih nanti bisa lebih memajukan NU di Jawa Barat, tutup Aceng Muhyi. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Oki Setiana Dewi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71384/pcnu-sumedang-siap-kirim-kader-terbaik-dalam-konferwil-pwnu-jabar

Rabu, 21 November 2012

PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing

Jakarta, Oki Setiana Dewi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Selain mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak, ormas Islam terbesar ini mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing sejumlah isu provokatif yang dapat mengoyak keharmonisan bangsa.

Apa yang terjadi di Timur Tengah atau di Asean jangan sampai mempengaruhi kebersamaan kita, tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing

Menurut Kang Said, langkah reaksioner yang berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah. Keputusan untuk berjihad ke Myanmar atau membenci umat Budha di Indonesia jauh dari relevan. Sikap mengecam ketidakadilan harus ditunjukkan dengan cara-cara yang tepat.

Kita tunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa kita bangsa toleran, ujarnya.

Oki Setiana Dewi

Sejak awal, lanjutnya, bangsa Indonesia mampu hidup rukun dan damai meski ratusan suku bermukim di Tanah Air. Karena itu, ia berharap praktik kekerasan yang terjadi di Myanmar tak sampai mengotori suasana ini.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Umum ICRP Musdah Mulia, serta beberapa perwakilan kelompok Budhis di Indonesia, seperti Hikmahbudhi, STAB Dutavira, Magabudhi, Majelis Budhayana Indonesia, dan Patria.

Oki Setiana Dewi

Ketua Umum Hikmahbudhi Adi Kuriniawan berharap, sebagai ormas besar PBNU dapat mengajak masyarakat untuk bersikap secara positif dalam menghadapi tragedi Rohingya.

Kami berharap isu ini tidak menjadi liar, sehingga menimbulkan polemik-polemik dalam negeri, katanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39069/pbnu-imbau-masyarakat-indonesia-tak-terpancing

Oki Setiana Dewi

Minggu, 22 Agustus 2010

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, Oki Setiana Dewi. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

Oki Setiana Dewi

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

Oki Setiana Dewi

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70769/pesantren-nurul-fauzi-tasikmalaya-juarai-lsn-region-jabar-iii

Oki Setiana Dewi

Jumat, 28 Agustus 2009

Tidak Mau Nikah Itu Dhalim, Dikasih Kelamin Kok Hanya Untuk Kencing

Oki Setiana Dewi - Banyak jomblo (laki-laki muda, kuat, tapi belum punya pasangan) yang mengidam-idamkan calon suami/istri yang punya kriteria paling pas buat dirinya. Namun, mereka banyak yang tidak langsung berusaha mencari atau menemukan sendiri jodohnya.

Akhirnya, hingga usia tua pun, kesendirian masih menemani. Ketika punya hasrat mengeluarkan sesuatu yang harusnya dikeluarkan, ia menempuh jalan lain, ngocok atau m4sturb4si. Menurut (alm) KH Cholil Bisri, kakak KH Mustofa Bisri, ngocok itu dholim. Makanya hukumnya haram.

Tidak Mau Nikah Itu Dhalim, Dikasih Kelamin Kok Hanya Untuk Kencing - Oki Setiana Dewi
Tidak Mau Nikah Itu Dhalim, Dikasih Kelamin Kok Hanya Untuk Kencing - Oki Setiana Dewi


Tidak Mau Nikah Itu Dhalim, Dikasih Kelamin Kok Hanya Untuk Kencing

Kiai Cholil, dalam sebuah pengajian rutin di pondok, sebagaimana pernah didengarkan langsung oleh santrinya, Ichwan DS, menyatakan bahwa ngocok itu tidak menggunakan alat kelamin.

"Alat kelamin kuwi kudu digunakno kanthi diadu. Diadu ambek jinis kelamin liyane. Dadine puinuuuuk, nikmaaat sangeeet/ alat kelamin itu harus digunakan menggunakan cara diadu, yakni diadu dengan jenis kelamin lain, biar rasanya enak dan nikmat," kata Kiai Cholil.

Selain alasan di atas, ngocok jadi dholim sebab memaksa burung hingga keluar sesuatu darinya, "ngocok kuwi perbuatan dholim maring k*nt*l, dholim maring alat kelamin, amergo mekso barang siji kanthi sak metune/ ngocok itu perbuatan dhalim kepada kelamin karena memaksa satu organ barang hingga keluar," dawuh beliau ke santri-santri.

Karena itulah, laki-laki yang tidak memiliki istri, bagi Mbah Cholil, masih menyandang status dholim.

"Wong ora kawin kuwi Dholim. Mergo diparingi Gusti Allah alat kelamin kok mung dienggo nguyoh thok/ Orang tidak kawin itu dhalim. Sebab dikasi Gusti Allah alat kelamin kok hanya digunakan kencing doang," kata kiai asal Rembang tersebut.

Dawuh Mbah Cholil Bisri Kini, terserah Anda para jomblo mau nikah cepat atau tidak. Semakin menemukan jodoh, maka, kian lepas dari perbuatan lalim yang sangat tidak disukai Allah subhanahu wa ta'ala. [Oki Setiana Dewi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/tidak-mau-nikah-itu-dhalim.html

Senin, 19 Mei 2008

Ragam Tradisi Padusan di Jawa Tengah

Solo, Oki Setiana Dewi. Masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Tengah, memiliki beragam tradisi yang hadir menjelang Ramadlan tiba. Mulai dari Ruwahan, Nyadran, dan Padusan. Nama terakhir yang disebut, sebagian orang mempunyai anggapan bahwa sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan perlu mensucikan diri, orang Jawa menyebutnya dengan padusan yaitu mandi di pemandian tersebut di atas agar puasanya dapat lancar. Tradisi tersebut biasanya dilakukan satu sampai tiga hari menjelang Bulan Puasa.

Di Boyolali misalnya, Tradisi padusan akan digelar selama dua hari (7/7) yakni, Ahad-Senin (7-8/7). Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Umbul Pengging dan Umbul Tlatar.

Ragam Tradisi Padusan di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Tradisi Padusan di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)


Ragam Tradisi Padusan di Jawa Tengah

Total pengunjung pada padusan tahun ini diharapkan mencapai 19.000 orang, ungkap Kabid Kebudayaan Disbudpar, Sutrisno.

Oki Setiana Dewi

Dia menambahkan kegiatan tradisi padusan di Pengging akan diawali dengan acara kirab budaya. Kirab dilakukan dengan berjalan kaki dari halaman Masjid Cipto Mulyo Pengging menuju lokasi Umbul Tirtomulyo Pengging.

Kirab akan diramaikan penampilan marching band, tari gambyong dan tari tradisonal rakyat Cepogo, terangnya.

Sementara itu, di Klaten acara padusan ini juga tidak kalah seru, Upacara tradisional padusan diadakan di obyek wisata Pemandian Jolotundo, Sumber Air Ingas, Ponggok, Lumban Tirto dan Tirto Mulyono sehari sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kegiatan ini dihadiri beribu ribu pengunjung guna mensucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Oki Setiana Dewi

Sedangkan masyarakat Magelang, meramaikan momentum ini dengan acara Padusan Bajong Banyu. Seperti yang diadakan oleh warga Dusun Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan. Warga membasuh wajahnya dengan air dalam padasan. Tak hanya membasuh wajah, mereka pun mendapatkan air yang sudah dibungkus dengan plastik kecil.

Acara pun berlanjut dengan saling guyur, serang, dan saling membasahi satu sama lain. Antusias warga begitu terlihat ketika mereka saling mencari mangsa untuk diguyur. Meski tubuh basah, keceriaan tampak mewarnai wajah mereka. Tradisi Bojong Banyu ini kemudian dilanjutkan dengan acara bersih makam dan pentas jatilan.

Acara ini, selain untuk menambah kerukunan, juga memotivasi warga untuk melakukan puasa dengan ikhlas, terang Gepeng Nugraha, Koordinator acara, Ahad (7/7).

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45686/ragam-tradisi-padusan-di-jawa-tengah

Oki Setiana Dewi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Oki Setiana Dewi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Oki Setiana Dewi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Oki Setiana Dewi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock