Tampilkan postingan dengan label NetizenNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NetizenNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya

Radio Rodja - Sebetulnya memahami aksi 112 simpel saja: emosi umat saat 411 dan 212 (November-Desember) sudah reda. Sementara, Ahok elektabilitasnya naik lagi (Januari-Februari).

NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya - Radio Rodja
NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya - Radio Rodja


NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya

Umat Islam Indonesia itu pemaaf, cinta damai, cepat melupakan. Makanya dibikin cara untuk membangkitkan emosi massa lagi agar tidak mau memilih Ahok.

NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya - Radio Rodja
NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya - Radio Rodja


NU Itu Koentji: Kemana Suara Nahdliyyin, Disitulah Kandidat Akan Berjaya

Tapi isunya apa? Tempo hari mereka hampir berhasil menggoreng isu ahok menghina Kiai Ma'ruf. Tapi NU dan Kiai Ma'ruf menunjukkan kelasnya. Gagal deh.

Mereka berusaha keras menjaga spirit 212 dengan Subuh berjamaah, koperasi 212 dan lainnya, tapi kok elektabilitas Ahok tetap naik. Kenapa?

Ibarat maraton, masa kampanye ini panjang. Mereka cuma sukses sprint lari kencang dua bulan pertama. Setelah itu umat capek ribut terus.

Kalau Ahok dan timsesnya tidak bikin blunder lagi, kemungkinan masuk putaran kedua cukup besar. Susah buat satu putaran sih.

Celakanya, AHY malah disalib Anies setelah Anies sowan ke Habib Rizieq. Mereka rebutan massa yang sama. Turunnya AHY berarti naiknya suara Anies.

Pas momentum aksi 411 dan 212, isunya mereka adalah membela Al-Qur'an. Namun setelah persidangan Ahok dimulai, mereka kehilangan isu yang bisa membangkitkan emosi umat.

Sikap Ketum PP Muhammadiyah dan Rais Am/Ketum MUI yang tidak mendukung aksi 112, adalah pukulan berat buat mereka, ditambah Habib Rizieq yang sedang tiarap untuk saat ini.

Nah, di ronde terakhir Pilkada, perebutan suara ada di tangan warga dan santri NU. Kemana suara mereka bergerak, disitulah kandidat akan berjaya.

Di sinilah kita paham kenapa ada fenomena #mendadakNU dan #MendadakSantri belakangan ini. Suka tidak suka, NU itu koentji untuk bangsa ini.

Mudahnya begini, fenomena #MendadakNU dan #MendadakSantri itu upaya untuk bikin goal di masa injury time sebuah pertandingan.

Harapan kita bersama tentu biarkanlah rakyat Jakarta memilih dengan tenang dan jernih serta damai untuk nasib mereka 5 tahun ke depan. Ayuk ngopi! [Radio Rodja] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/nu-itu-koentji-kemana-suara-nahdyyin-disitulah-kandidat-berjaya.html

Selasa, 08 Maret 2011

Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan

Pintu masuk makam KH Ahmad Dahlan Oki Setiana Dewi - Jumlah makam pahlawan nasional di Provinsi Yogyakarta hingga tahun 2016 ini totalnya ada 15. Di antara ke-15 itu, tersebut nama pendiri Ormas Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang berlokasi di komplek makam umum kampung Karangkajen, Rt. 41 Rw. 11, Kel. Brontokusumo, Mergangsan, Yogyakarta.

Nursyamhudi (53), penjaga makam, kepada Oki Setiana Dewi mengatakan kalau tanah makam tersebut adalah tanah keraton. Makanya, para penjaga makam harus abdi dalem Keraton Yogyakarta. "Saya baru dua tahun gantikan kang mas saya," kata Nursyamhudi kepada Oki Setiana Dewi saat berkesempatan ziarah ke lokasi, Senin (22/08/2016) sore.

Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan - Oki Setiana Dewi
Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan - Oki Setiana Dewi


Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan

Dalam pengamatan Oki Setiana Dewi, makam KH Ahmad Dahlan nampak cukup bersih. Kata Nasruddin, warga Sleman yang ketika itu ikut ziarah, makam pendiri Muhammadiyah tersebut lebih baik dibanding pertama ketika ia pindah ke Jogja tahun 2006 silam. Tahun itu, katanya, makam tersebut masih tidak terawat, "alhamdulillah sekarang sudah bersih dan rapi," ujar Nasruddin.

Oki Setiana Dewi

Namun, untuk ziarah ke makam tersebut, Anda tidak akan leluasa melaksanakan tahlilan sebagaimana lazimnya di makam-makam wali. Pasalnya, posisi makam terletak di samping tembok pembatas persis di kiri gerbang masuk kompleks. Untuk bersila saja tidak akan bisa kecuali membawa tikar sendiri.

Sesekali, aku Nursyamhudi, ada ratusan orang yang ziarah ke makam KH Ahmad Dahlan. Dari Jawa Tengah, rombongan Kabupaten Banjarnegara sering ke makam. Jumlahnya ratusan orang. Paling banyak, katanya, adalah rombongan ziarah dari Provinsi Jawa Timur.

Di dalam makam, para peziarah hanya disarankan untuk berdoa saja, "al-Fatihah saja," kata Syamhudi, "kalau niat berdoa tidak apa. Kalau niat ngalap berkah kulo sing mboten sambung," lanjutnya ketika ditanya ritual ziarah yang disarankan.

Oki Setiana Dewi

Nursyamhudi juga menerangkan tidak ada haul khusus atas tanggal wafatnya KH Ahmad Dahlan. Namun, tiap tanggal 15 Ruwah (Sya'ban), para ahli waris berkumpul di makam untuk berdoa dan bersih-bersih makam kiai.

Bersama beberapa rekannya, Nusyamhudi merawat kompleks makam. Namun, khusus makam pahlawan KH Ahmad Dahlan, ia selalu membersihkan secara rutin. Ia mengaku tidak digaji siapapun untuk melaksanakan itu semua, alias ikhlash.

Karena abdi dalem, tiap tiga bulan sekali ia berkumpul bersama penjaga makam tanah keraton lainnya. Kadang diberi sumbangan seikhlasnya karena merawat makam tokoh pahlawan. Nursyamhudi adalah penjaga kompleks makam yang meneruskan tugas kakaknya, Nur Hadi, yang juga meneruskan M Jazir, ayahnya, dan Mbah Mughni, kakek. Semuanya adalah abdi dalem keraton.

Menurut keterangan yang didapatkan Oki Setiana Dewi, KH Ahmad Dahlan dan juga Jenderal Sudirman, yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Yogyakarta, keduanya adalah waliyullah sebagaimana KH Hasyim Asy'ari yang terkenal waliyullah juga. Sebelum NU terbentuk, Mbah Dahlan dapat rekom mendirikan ormas dari Mbah Cholil Bangkalan. Silakan ziarah, tapi harus ijin dulu kepada penjaga! [Oki Setiana Dewi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-ziarah-ke-makam-kh-ahmad-dahlan.html

Rabu, 05 Januari 2011

Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah

Probolinggo, Oki Setiana Dewi. Sebanyak 56 orang pengurus dari 14 Ranting NU se-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo dilantik bersamaan, Ahad (29/1). Pelantikan ini dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo H Taufiqus Sholeh.

Pelantikan yang dilaksanakan di MTs Darul Ulum Desa Ngepoh Kecamatan Dringu ini dihadiri oleh Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri dan jajaran pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, pengurus MWCNU Dringu baik jajaran lembaga maupun badan otonom (banom), Forkopimka Dringu serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Dringu.

Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengurus 14 Ranting NU di Kecamatan Dringu Dilantik Berjamaah

Dalam kesempatan tersebut H Taufiqus Sholeh memberikan motivasi kepada segenap pengurus Ranting NU yang baru saja dilantik. Pengurus NU diminta agar bisa menumbuhkan kembali kecintaan pada Negara dan menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Sebagai warga NU, pengurus NU harus bisa menumbuhkan rasa cintanya kepada NU. Sebab jika sudah ada rasa cinta, maka pengurus akan mampu menjalankan roda organisasi dengan baik, katanya.

Oki Setiana Dewi

Sementara Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri menyampaikan bahwa perjuangan harus selalu dilandasi dengan keikhlasan sebagaimana hal yang dilakukan oleh Rais Akbar PBNU Hadratus Syekh KH Hasyim Ashari.

Oki Setiana Dewi

Contohnya dengan mengamalkan nilai-nilai dari Pancasila sebagai mana keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-27 di Situbondo tahun 1984 yaitu kembali ke khittah NU, ungkapnya.

Usai dilantik, para pengurus Ranting NU se-MWCNU Kecamatan Dringu tersebut akan segera menjalankan program kerjanya masing-masing demi memberikan manfaat kepada masyarakat. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75029/pengurus-14-ranting-nu-di-kecamatan-dringu-dilantik-berjamaah

Oki Setiana Dewi

Selasa, 11 Mei 2010

Konjen Amerika Berdiskusi di PWNU Jawa Timur

Surabaya, Oki Setiana Dewi. Konsul Jenderal Amerika di Surabaya, Kristen F Bauer, mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur pada Kamis (11/8) siang. Meski Konjen datang, namun pengajian Ramadlanan yang dihelat PWNU di lobi utama tidak terpengaruh.

Pengajian yang diasuh oleh H Masyhudi Mukhtar, MBA (Sekretaris PWNU) tetap berlangsung, sedangkan Konjen diterima di ruang tamu VIP dan ditemui oleh dr H Muhammad Thohir, SpKJ (Wakil Ketua), H Ahmad Sudjono (Wakil Sekretaris) dan H Rosyidi (Bendahara).

Konjen Amerika Berdiskusi di PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen Amerika Berdiskusi di PWNU Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)


Konjen Amerika Berdiskusi di PWNU Jawa Timur

Dalam pertemuan itu terjadi dialog dua arah, saling bertanya-jawab. Konjen lebih banyak bertanya seputar peranan NU terhadap radikalisme, peranan pemerintah terhadap pesantren di Lombok yang disinyalir menjadi base camp jaringan kelompok radikal serta peta lokasi yang berpotensi memunculkan kelompok radikal. Termasuk tentang perkembangan jumlah warga NU saat ini semakin bertambah atau malah menurun, dlsb. Tak kurang dari sepuluh pertanyaan pokok.

Oki Setiana Dewi

Sedangkan dari PWNU Jawa Timur lebih banyak bertanya seputar kebijakan luar negeri Amerika yang dinilai terlalu merugikan dunia Islam. Di antaranya seputar kelompok Taliban yang dulu dibina Amerika, lalu dihabiskan sendiri ketika sudah tidak dibutuhkan lagi; hak veto di PBB yang selalu menguntungkan Israel; Hamas yang menang Pemilu tapi tidak diakui; invasi ke Irak yang diiringi dengan penjualan senjata besar-besaran ke Saudi Arabia, dlsb. Termasuk tentang kuatnya pengaruh lobi Yahudi dalam penentuan kebijakan luar negeri Amerika, dan kerusuhan rasial di London yang konon sampai membakar masjid.

Konjen pun menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik. Amerika turut membantu rakyat Libya karena ada resolusi PBB untuk melindungi sipil muslim dari tentara Khadafi, kata Kristen F Bauer. Tentang Hamas, menurut Konjen, persoalannya memang tidaklah sederhana. Cukup rumit. Sebelum serangan ke Gaza dilakukan, Mesir dan Saudi Arabia telah terlebih dahulu menyetujui langkah itu. Inilah potret rumitnya persoalan di Timur Tengah, tutur Konjen.

Setelah pertemuan itu Konjen memberikan oleh-oleh berupa brosur panduan belalar di Amerika Serikat dan panflet konser musik Islami yang akan tampil di Surabaya. Sedangkan PWNU Jawa Timur menghadiahkan buku profil NU Jawa Timur dan Majalah Aula. Menjelang akhir pertemuan, konjen Kristen F Baeur membuka diri untuk berdiskusi lebih lanjut, di lain waktu, seputar kebijakan Amerika di luar negeri yang memang sebenarnya membutuhkan waktu lebih panjang lagi.

Oki Setiana Dewi

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: M Subhan

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/33430/konjen-amerika-berdiskusi-di-pwnu-jawa-timur

Oki Setiana Dewi

Minggu, 20 September 2009

Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar

Oki Setiana Dewi - Seiring bom tak jauh dari masjid Nabawi beserta pemberitaannya, ada tulisan yang menyangkal informasi umum yang beredar. Narasumbernya orang bernama Fathuddin Ja'far, yang saat kejadian mengatakan berada di dlm Masjid Nabawi. Kesaksian ini dimuat di sejumlah media, beredar di socmed, grup WA dan seterusnya, yang intinya berita bom Madinah tak sesuai fakta, berlebihan dan merupakan sebuah konspirasi untuk menyudutkan Islam.

Menurut Ja'far, ia tidak mendengar ledakan, hanya melihat kepulan asap. "Kami hanya melihat kepulan asap seperti ada kebakaran di seberang Baki', makam para sahabat Rasulullah."

Di dalam masjid juga tak seorang pun yang membicarakan soal bom. Suasana di dalam masjid dan luar masjid juga seperti biasa, tak ada yang berubah dari malam-malam sebelumnya.

Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar - Oki Setiana Dewi
Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar - Oki Setiana Dewi


Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar

Dengan instingnya Ja'far merasa ada yang tidak benar dengan berita yang beredar. Ia merasa bahwa yang terjadi hanyalah konspirasi. "Naluri media dan konspirasi saya muncul," tulisnya.

Oki Setiana Dewi

Dan ia makin meyakini saat melihat televisi dan internet, di mana berita pemboman sudah menyebar luas. Ia memutar Al-Arabiya, televisi yang ia sebut milik Yahudi, dan ia menganggap beritanya terlalu dibesar-besarkan. Ia juga menganggap running-text Al-Arabiya sangat provokatif.

Ia pun mengecam Al-Arabiya, menyebut bahwa semua adalah kebohongan kaum kafir yang ingin menjatuhkan Islam. "Saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitnah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah," tulisnya yang muncul di sejumlah media yang tidak begitu jelas kedudukannya.

Oki Setiana Dewi

Membaca tulisan Fathuddin Ja’far saya hanya melihat orang yang di kepalanya memang sudah diinapi pikiran bahwa Islam sedang diserang, bahwa selama ini ada konspirasi untuk menjatuhkan Islam oleh kaum kafir. Aku tidak tahu Islam yang mana yang dimaksud Ja’far, karena sebagai orang Islam aku tidak merasa. Lalu kafir yang mana juga tak jelas, apakah kafir Amerika, kafir Yahudi atau kafir dari planet Mars.

Kesaksian Ja’far, yang di-share banyak orang, tak menggugurkan berita yang ia bantah. Tak ada poin di berita yang beredar yang bisa ia tunjukkan kebohongannya. Tapi di ujung tulisan ia menyimpulkan bahwa semua adalah kebohongan.

Ja’far tampak sudah apriori dengan media dan apa pun yang diberitakan olehnya. Ia juga tendensius dan terlihat kurang wawasan ketika menyebut “Al-Rabiya” sebagai TV Yahudi, karena jika yang ia maksud adalah Al-Arabiya, televisi ini tak lain dimiliki oleh keluarga Kerajaan Arab Saudi. Entah dari mana Ja’far punya informasi bahwa Al-Arabiya milik Yahudi–dari sebuah sumber atau imajinasinya semata, kita tidak tahu. Mungkin dari intelijen atau alien galaksi Andromeda.

Dalam tulisannya Ja'far menyebut bahwa ledakan terjadi jauh dr Masjid Nabawi. "Kepulan asap di seberang Baki, makam sahabat-sahabat Rasullullah," jelasnya.

Jauh-dekat relatif. Berdasar standar keamanan ledakan di radius 3 km dari obyek atau lokasi vital bisa dikatakan dekat dan sudah berkategori sangat mengancam dan membahayakan. Apalagi berdasar penjelasan dari pejabat KJRI Saudi, Fadhly Achmad Hamid, lokasi ledakan hanya berjarak 500 meter dari masjid Nabawi, tepatnya di area parkir keamanan, bagian belakang masjid Nabawi. Aku tidak tahu apakah Ja’far mengecek area ini.

Justru sangat aneh jika Ja’far menganggap ledakan di tempat yang asapnya bisa disaksikan jelas dari Masjid Nabawi disebut jauh dan tak membahayakan. Bahwa Ja’far tidak mendengar ledakan dan jamaah di Masjid Nabawi masih anteng tarawih karena memang tak menyadarinya dan itu menunjukkan manajemen keamanan cukup bagus. Karena jika langsung dikabarkan kepada jamaah bahwa ada bom meledak di luar kawasan masjid, kepanikan dan kekacauan bisa terjadi–dan mungkin justru menimbulkan korban.

Persoalan bahwa Ja’far tidak mendengar ledakan tidak lantas ledakan tidak ada. Apa yang tidak kita ketahui tidak lantas tidak terjadi. Karena ada situasi-situasi yang membuat kita sering tidak mengetahui peristiwa yang terjadi tak jauh dari posisi kita. Orang yang berada di sekitar kejadian sebuah peristiwa tidak selalu mengetahui dan menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Jurnalis yang baru datang justru sering lebih tahu, karena ia mewawancarai banyak saksi mata dan mengecek tempat kejadian perkara.

Orang-orang yang ada di dalam Sarinah Thamrin saat terjadi bom di luarnya banyak yang tak tahu apa yang terjadi. Beberapa juga tak mendengar bom. Saya yang berkantor tak sampai 2 km dari lokasi bom Thamrin saat itu juga tak mendengar suara, meski beberapa orang di kawasan kantor saya bilang mendengar. Itu soal telinga, atau fokus dan konsentrasi yang berbeda.

Tapi pihak keamanan Arab Saudi sudah jelas mengonfirmasi ledakan itu, yang menewaskan 2 orang dan melukai 4 orang. Foto korban juga sudah dirilis media. Bukan hanya Al-Arabiya, tapi Al-Jazeera dan media-media Islam lain juga memberitakannya, selain ratusan media internasional. Media tak mungkin mengarang untuk informasi ini. Jadi aku tidak tahu dmn kebohongan media yang dibilang oleh Fathuddin Ja’far, dan lebih tidak tahu lagi media kafir mana yang berbohong.

Saya mengecek video Al-Arabiya di webnya dan Al-Arabiya tidak memberitakan bahwa ledakan terjadi di gerbang Masjid Nabawi. Lalu apa lantas itu tidak berbahaya dan tidak layak diberitakan besar-besaran oleh media? Jika kamu berpikir berpikir begitu maka kamu tidak tahu media, tidak tahu betapa pentingnya Madinah–apalagi masjid Nabawi. Jangankan bom, ada satu orang mati ditusuk di kawasan Masjid Nabawi bisa jadi berita besar. Karena Madinah dan Masjid Nabawi punya arti penting buat umat Islam.

Membaca tulisan Fathuddin Ja'far, aku tidak tahu media kafir mana yang ia tunjuk, karena Al-Arabiya dan Al-Jazeera yang memberitakan paling awal kejadian Madinah adalah milik negara Islam, yang wartawannya jg sebagian besar muslim. Atau Ja'far menganggap Al-Arabiya dan Al-Jazeera juga media kafir? Lalu yang bukan kafir yang mana? Mbuhlah....

Jika kamu punya dugaan simpanlah dugaanmu untuk dirimu sendiri sebelum menemukan bukti. Jika kamu meyakini adanya konspirasi telitilah dulu sebelum menuduh sana-sini. Bukan cuma keluar masjid, balik hotel ngecek internet dan nonton TV lalu berteriak ada konspirasi.

Maaf, tentu aku lebih percaya wartawan yang memang dididik untuk mengecek dan meliput peristiwa ketimbang orang yang ada di kawasan kejadian perkara tapi ke TKP pun tidak. Tak ada keterangan apakah Fathuddin Ja'far mengecek TKP, melihat korban atau benda yang terbakar akibat ledakan. [Oki Setiana Dewi Oki Setiana Dewi]

Oleh Savic Ali

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/bom-madinah-konspirasi-kafir-menjawab-analisa-konyol-fathuddin-jafar.html

Minggu, 23 Agustus 2009

Klaim Allah hanya untuk Muslim Dikritik Banyak Pihak

Kuala Lumpur, Oki Setiana Dewi. Citra Malaysia sebagai pemimpin Islam moderat dinodai oleh keputusan pengadilan tentang penggunaan kata Allah yang hanya boleh dipakai oleh Muslim sehingga dikritik oleh para ilmuwan dan komentator, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Sejumlah kritik bermunculan atas keputusan tersebut, koran Fajar Pakistan mengatakan dalam komentarnya bahwa keputusan tersebut refleksi menyedihkan bagaimana sebuah negara modern, yang dilihat sebagai role model bagi Muslim di dunia, yang menunjukkan kepicikan dalam iman.

Klaim Allah hanya untuk Muslim Dikritik Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Klaim Allah hanya untuk Muslim Dikritik Banyak Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)


Klaim Allah hanya untuk Muslim Dikritik Banyak Pihak

Reza Aslan, seorang teologi Muslim terkemuka asal Amerika mengatakan keputusan tersebut merupakan keputusan politik yang membuat Malaysia ditertawakan dunia.

Oki Setiana Dewi

Ini memalukan, tidak layak untuk sebuah negara besar seperti Malaysia, katanya minggu ini di Radio. (Aturan itu) hanya menimbulkan kesan negatif dalam sebuah negara yang menjadi model bagi Muslim di dunia, dan membuatnya menjadi tertawaan. Kami menertawakan anda.

Reza menyebutkan bahwa kata-kata Allah secara literal berarti tuhan sehingga tidak bisa disebut sebagai sebuah nama khusus. Keputusan pengadilan ini tampaknya upaya PM Malaysia berusaha mengkonsolidasikan dukungannya pada etnis mayoritas Melayu, dan mengamankan dukungan kelompok tradisionalis menyusul pemilihan nasional sela pada Mei mendatang. Editor dari koran Katolik melakukan banding atas keputusan tersebut.

Menghadapi reaksi yang kuat atas keputusan tersebut, pemerintah menyatakan dalam beberapa hari ini bahwa populasi Kristen yang besar di Sabah dan Serawak tidak akan dipengaruhi oleh keputusan tersebut- sebuah interpretasi yang menimbulkan perdebatan diantara para ahli hukum. Mereka juga mengatakan bahwa aturan ini hanya berlaku pada satu koran tertentu, daripada penggunaan kata tersebut secara umum.

Yang lebih membingungkan lagi, Menteri Pariwisata Malaysia mengatakan minggu ini bahwa Malaysia Timur dapat menggunakan kata Allah di negara bagian mereka, tetapi tidak bisa digunakan di negara bagian barat Malaysia. Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dalam rubrik opini bahwa ilmuwan Muslim di luar Malaysia berpendapat bahwa isu Allah adalah absurd.

Oki Setiana Dewi

Hanya sedikit Muslim di dunia yang mendukung klaim bahwa kami memiliki monopoli atas kata Allah, katanya. (mukafi niam)

Foto: IINA

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47821/klaim-acircallahacirc-hanya-untuk-muslim-dikritik-banyak-pihak

Oki Setiana Dewi

Selasa, 03 Juni 2008

Sambut Hari Guru Nasional, FKIP UNU Sidoarjo Gelar Seminar Nasional

Sidoarjo, Oki Setiana Dewi. Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univesitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar Seminar Nasional yang bertemakan "Bosting up Brain Capacity and Creativity in a Brain New World."

Dekan FKIP Nurul Aini menjelaskan, acara tersebut merupakan hasil kerja sama FKIP UNU Sidoarjo dengan Buzan Center Indonesia. Ade Julius Rizky International Mind and Brain Management Trainer dihadirkan sebagai pemateri.

Sambut Hari Guru Nasional, FKIP UNU Sidoarjo Gelar Seminar Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Guru Nasional, FKIP UNU Sidoarjo Gelar Seminar Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)


Sambut Hari Guru Nasional, FKIP UNU Sidoarjo Gelar Seminar Nasional

Menurut Dekan yang akrab disapa Bu Aan itu materi Mind Mapping (pemetaan berpikir) yang disampaikan Ade Julius Rizky sangat dibutuhkan mahasiswa FKIP. Penggunaan Mind Mapping dipercaya dapat membantu mempermudah penyampaian materi pembelajaran karena memaksimalkan brain management (pengelolaan kemampuan otak). Selain itu, Mental Literacy juga diharapkan menjadi prinsip hidup mahasiswa.

Oki Setiana Dewi

"Metode Mind Mapping yang dipaparkan Bapak Ade Julius menekankan pada optimalisasi Brain Management dan Mental Literacy yang baik untuk diterapkan dalam dunia edukasi," ujar Bu Aan saat ditemui usai acara di Hall Rohmatul Ummah UNU Sidoarjo, Rabu (23/11).

Oki Setiana Dewi

Senada dengan Dekan FKIP, Rektor UNU Sidoarjo Fatkul Anam menambahkan, selain untuk memperingati Hari Guru seminar tersebut bertujuan untuk mempersiapkan dan membekali mahasiswa FKIP UNU agar menjadi lulusan yang unggul dan mampu bersaing di dunia pendidikan. "Seminar ini memberi bekal kepada mahasiswa (FKIP) calon guru agar kelak menjadi lulusan UNU Sidoarjo yang unggul," ungkapnya.

Ketua PCNU terpilih, H Mskhun yang hadir di acara itu dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan UNU Sidoarjo diharapkan menjadi jawaban bahwa pendidikan NU yang selama ini kurang bisa bersaing berubah menjadi maju karena memiliki berbagai disiplin ilmu dan kompetensi. Hal tersebut dilihat dari jurusan yang ada di UNU Sidoarjo, tidak ada jurusan ilmu agama. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73179/sambut-hari-guru-nasional-fkip-unu-sidoarjo-gelar-seminar-nasional

Oki Setiana Dewi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Oki Setiana Dewi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Oki Setiana Dewi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Oki Setiana Dewi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock